APPLE masuk ke dalam kelompok lima terbesar produsen ponsel di dunia dengan menggusur Sony Ericsson. Dalam kelompok lima besar, hanya produsen yang berfokus pada smartphone mampu meraih pertumbuhan tertinggi.

Laporan terbaru firma riset International Data Corp (IDC) mengungkap, volume penjualan ponsel global pada kuartal ketiga (Juli-September) 2010 meningkat 14,6 persen per tahun menjadi 340,5 juta unit, dari 297,1 juta unit pada kuartal ketiga 2009. IDC mencatat, pasar ponsel global memang mampu meraih pertumbuhan berdigit ganda selama empat kuartal berturut-turut. Seperti pada kuartal-kuartal sebelumnya, IDC menambahkan, pendorong utama pertumbuhan pasar ponsel global pada kuartal III/2010 adalah smartphone. Meski demikian, IDC menegaskan bahwa susunan anggota kelompok elite lima produsen ponsel terbesar di dunia pada kuartal III/2010 ternyata berubah.

Sebab, untuk pertama kali dalam sejarah, Apple Inc mampu menembus kelompok lima besar. Tidak tanggung-tanggung, berdasarkan catatan IDC, Apple mampu langsung merebut peringkat empat. Pada kuartal sebelumnya, yaitu pada kuartal kedua (April-Juni) 2010, peringkat keempat diduduki oleh Research In Motion (RIM) Ltd. Karena Apple berhasil merebut posisi tersebut, IDC menjelaskan, peringkat RIM pada kuartal III/2010 turun ke posisi lima. Pada kuartal II/2010, posisi tersebut diduduki Sony Ericsson Mobile Communications AB. Karena pada kuartal ketiga 2010 RIM jatuh ke peringkat kelima, IDC mengungkapkan, maka Sony Ericsson pun tergusur keluar dari kelompok lima besar. IDC mencatat, ini merupakan pertama dalam sejarah bahwa Sony Ericsson tidak masuk dalam kelompok elite lima produsen ponsel terbesar di dunia.

“Masuknya Apple ke dalam kelompok lima produsen ponsel terbesar di dunia menegaskan bahwa smartphonesemakin dominan menguasai pangsa di pasar ponsel global. Di pasar ponsel global, hanya produsen yang berfokus pada smartphone mampu meraih pertumbuhan tertinggi,” ujar Senior Research Analyst Worldwide Mobile Phone Tracker IDC Kevin Restivo.

Pada kuartal III/2010 anggota kelompok lima produsen ponsel terbesar di dunia yang berfokus memproduksi smartphone adalah Apple dan RIM. Dipasar smartphone global, Apple mengandalkan keluarga iPhone, sedangkan RIM mengandalkan keluarga BlackBerry.

Dibandingkan Apple, RIM sudah lebih dulu menjadi anggota kelompok lima produsen ponsel terbesar di dunia, yaitu pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2010. Pada saat itu RIM masuk ke dalam kelompok lima besar dengan menggusur keluar Motorola Inc. Seperti Apple, RIM masuk ke dalam kelompok lima besar dengan langsung menduduki peringkat keempat. Namun begitu, IDC mencermati, RIM ternyata tidak mampu mempertahankan prestasi. Terbukti, RIM dapat ditumbangkan Apple pada kuartal III/2010. Berdasarkan pemantauan IDC, Apple mampu menjual global 14,1 juta unit iPhone pada kuartal III/2010, atau meningkat 90,5 persen per tahun, dari 7,4 juta unit pada kuartal III/2009.

IDC menggarisbawahi, pertumbuhan yang diraih Apple tersebut merupakan yang tertinggi dalam kelompok lima produsen ponsel terbesar di dunia pada kuartal III/2010. Berkat pertumbuhan volume penjualan global iPhone yang sangat tinggi, IDC menambahkan, pangsa Apple di pasar ponsel global membengkak menjadi 4,1 persen pada kuartal III/2010, dari hanya 2,5 persen pada kuartal III/2009. IDC mengungkapkan pula, volume penjualan global iPhone pada kuartal III/2010 mampu mencatat rekor tertinggi dalam sejarahApple.IDC menilai, pendorong utama pertumbuhan itu adalah peluncuran anggota terbaru keluarga iPhone, yakni iPhone 4.

“Pada awal kehadirannya, iPhone 4 sempat dirundung masalah gangguan penerimaan sinyal seluler, yang populer disebut sebagai Antennagate. Namun begitu, konsumen rupanya tidak memedulikan masalah itu sehingga tetap membeli iPhone 4,” papar Restivo. Untuk meredam isu Antennagate, Apple memang menempuh cara penyelesaian yang sangat unik, yaitu dengan menawarkan penggantian casing kepada para pengguna iPhone 4 yang mengalami gangguan penerimaan sinyal seluler. Jika pengguna tetap belum puas, Apple pun bersedia mengembalikan 100 persen uang pembelian iPhone 4.

“Upaya Apple untuk menyelesaikan masalah iPhone 4 layak dipuji. Meski demikian, efek solusi yang ditawarkan Apple tetap harus dimonitor selama beberapa bulan mendatang,” ujar Program Director Mobile Device Technology & Trends IDC William Stofega.

Chief Executive Officer Apple Inc Steve Jobs mengakui pula, Apple memang tidak sempurna dan iPhone 4 juga tidak sempurna. Karena itu Jobs meminta maaf kepada para pengguna iPhone 4 yang mengalami masalah. Jobs menilai, masalah sinyal tidak hanya terjadi pada iPhone 4.

“Masalah ini tentu tidak hanya terjadi pada iPhone 4. Setiap smartphonememiliki masalah tersebut,” kata Jobs.

Untuk membuktikannya, Jobs pun menguak masalah serupa pada sejumlah smartphone produksi RIM, HTC Corp, dan Samsung Electronics Co Ltd. IDC menilai, strategi Apple untuk menyelesaikan masalah iPhone 4 tampak berhasil. Terbukti, Apple mampu meraih pertumbuhan jauh lebih tinggi daripada RIM pada kuartal III/2010. Berdasarkan data IDC, RIM ‘hanya’ mampu meraih pertumbuhan volume penjualan global 45,9 persen pada kuartal III/2010. IDC menjelaskan, pada kuartal III/ 2010 volume penjualan global Blackberry meningkat menjadi 12,4 juta unit, dari 8,5 juta unit pada kuartal III/2009. (Koran SI/ Ahmad Fauzi) (srn)

 

sumber : okezone.com

Iklan