Category: News


The Next Web
Lenovo K800, smartphone Android pertama yang menggunakan prosesor dari Intel

KOMPAS.com – Intel menggandeng Lenovo untuk meluncurkan smartphone Android Lenovo K800. Ini menjadi perangkat mobile atau tepatnya smartphone pertama yang menggunakan prosesor dari Intel.

Sebelumnya, Intel lebih terkenal dengan prosesornya di perangkat komputer desktop atau laptop. Tergiur dengan bisnis chipset di ponsel dan tablet, Intel mulai tahun ini ikut berkecimpung dengan menyediakan prosesor untuk dua jenis perangkat tersebut.

K800 dipamerkan di ajang pameran elektronik paling bergensi di dunia, Consumer Electronics Show di Las Vegas, yang berlangsung sejak 10 sampai 13 Januari 2011. Prosesor yang disematkan di K800 adalah seri Atom Z2460 atau dijuluki Medfield, dengan clock speed 1.6GHz didukung teknologi Intel hyper Threading, manufaktur fabrikasi 32 nanometer.

Spesifikasi lainnya dari K800, memiliki layar 4,5 inci 1280×720 piksel dan kamera 8MP dengan kemampuan ISO hingga 3200. Untuk konektivitas, K800 didukung dengan bluetooth, Wi-Fi, dan jaringan 4G Long Term Evolution (LTE).

Smartphone ini berjalan dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread. Sistem operasi Android 2.3 pada K800 ini, mengalami banyak modifikasi. Menurut CEO Intel Paul Otellini, modifikasi itu dilakukan agar sistem operasi Android bisa berjalan baik di perangkat yang menggunakan prosesor Intel.

K800 pertama kali akan dipasarkan di China pada kuartal 2 tahun 2012 ini. Sayangnya, Lenovo tidak memberi informasi mengenai harga K800.

Dalam waktu dekat ini, prosesor Intel Medfield juga akan digunakan pada smartphone produksi Motorola dan LG. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Intel menandingi ARM, Qualcomm dan NVIDIA yang selama ini mendominasi pasar prosesor untuk perangkat mobile, yaitu tablet dan smartphone.

Sumber :
Mashable, The Next Web

via : tekno kompas

Fitur Refresh dan Reset di sistem operasi Windows 8

KOMPAS.com — Microsoft akan menyediakan tombol Reset (pembersih) dan Refresh (penyegar) pada sistem operasi terbarunya, Windows 8, yang rencananya akan dirilis versi finalnya pada pertengahan tahun ini.

Fitur ini merupakan fasilitas imaging dari Windows 8, yang dioperasikan dengan menjalankan file “recimg.exe”. Fitur Refresh dan Reset pada Windows 8 ini lebih kurang sama dengan software Norton Ghost ataupun Acronis True Image.

Kedua fitur baru ini akan menghilangkan ritual instal ulang yang wajib dilakukan bila Windows (versi sebelumnya) bermasalah, kena virus, atau sudah sangat lambat.

Refresh
Jika merasa kinerja komputer menjadi lambat, atau penuh dengan malware, maka Anda dapat menggunakan fitur Refresh untuk menyegarkan kembali OS Windows 8 Anda. Fitur ini hanya menghapus data tertentu, tidak menghilangkan data personal dan data konfigurasi yang sudah ada, seperti konfigurasi jaringan, Bitlocker, dan personalisasi Desktop.

Fitur Refresh dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, cara menghapus secara cepat atau menggunakan modus quick. Kedua, menghapus secara menyeluruh atau modus through yang menghapus data secara acak dari hard disk. Fitur ini sangat memudahkan pengguna awam jika komputer terkena virus.

Reset
Fitur Reset bisa digunakan untuk mengembalikan komputer seperti baru pertama kali diinstal sistem operasinya. Tentu saja, fitur Reset akan menghapus seluruh aplikasi dan data. Komputer seperti baru keluar dari pabrik, sama sekali tak ada data di sana.

Fitur Reset sangat menguntungkan bagi Anda yang hendak menjual perangkat komputer yang menggunakan OS Windows 8.

Tidak butuh waktu lama
Microsoft mengklaim, kedua fitur ini bekerja dengan cepat dan tidak akan menyita waktu pengguna. Untuk fitur Reset, Anda hanya membutuhkan waktu enam menit. Sementara fitur Refresh yang bisa dilakukan dengan dua modus, tentu membutuhkan waktu yang berbeda. Refresh dengan modus quick hanya membutuhkan waktu 8 menit. Sementara Refresh dengan modus through membutuhkan waktu lebih lama, 24 menit.

Kedua fitur semacam ini banyak difasilitasi di perangkat tablet, baik yang berbasis Android maupun iOS. Jika sistem operasi Windows Phone dan Windows 8 untuk perangkat mobile ingin sukses di pasaran, maka Microsoft juga harus menyediakan kedua fitur ini.

Sumber :

via : tekno kompas

 

KOMPAS.com – Aplikasi-aplikasi Android bagai madu yang menarik perhatian para lebah. Setelah RIM menyebutkan akan ada aplikasi Android di BlackBerry Playbook, kali ini “lebah” baru Windows 8 pun akan bisa menjalankan aplikasi Android.

Namun, yang menyematkan aplikasi Android di Windows 8 bukanlah resmi dari Microsoft, tetapi dari pihak ketiga. Adalah aplikasi BlueStack yang memungkinkan perangkat baik PC, laptop maupun tablet berbasis Windows 8 dapat menjalankan ribuan aplikasi dari Android Market.

Dalam ajang pameran elektronik Consumer Electronics Show 2012 di Las Vegas, pihak BlueStacks telah mengumumkan bahwa mereka akan membuat semacam App Player yang mampu menjalankan semua aplikasi Android pada perangkat dengan Windows 8, pada tahun 2012 ini.
CEO BlueStacks Rosen Sharma, memuji kecantikan tampilan antarmuka Metro User Interface (Metro UI) yang digunakan dalam Windows 8. Meski begitu, Sharma menilai jumlah aplikasi di Windows 8 masih sangat minim, mengingat Windows 8 tidak hanya diperuntukan untuk komputer saja, tetapi juga untuk smartphone dan tablet.

Atas dasar itulah BlueStacks membuat App Player Android ini yang bertujuan mengisi kekurangan aplikasi dalam Windows 8. Ini berarti akan ada 400.000 lebih aplikasi Android yang dapat dijalankan di Windows 8.

App player tersebut akan terintegrasi dengan Metro UI bergaya tile, sehingga aplikasi Android terlihat menyatu pada platform Microsoft.
BlueStacks menjanjikan App Player ini akan tersedia dalam bentuk beta pada Februari 2012. Sementara tanggal peluncuran versi finalnya belum ditentukan, namun disebutkan paling lama pertengahan tahun 2012.
Tahun lalu, BlueStacks telah merilis aplikasi bernama Apps-on-PC yang memungkinkan ribuan aplikasi Android dapat diakses melalui personal computer (PC) berbasis Windows.

 

via : tekno kompas

Nokia, sepertinya sudah bukan rahasia lagi kalau perusahaan ponsel terbesar di dunia ini sedang mengalami masa penurunan. Meski masih memegang tampuk kekuasaannya namun masa keemasaan dan kejayaan Nokia jelas telah berakhir. Saat ini berbagai strategi sedang dilakukannya, salah satu yang terbesar adalah digarapnya kerjasama dengan Microsoft untuk membanjiri ponsel pintar berbasis Windows Phone ke pasaran.

Saat ini Nokia telah memiliki lebih dari 30.000 paten dan banyak kabar miring mengatakan bahwa perusahaan raksasa ini hanya bisa mengandalkan lisensi paten dan aplikasinya saja. Namun apakah ini benar? Setidaknya belum lama ini Nokia telah mengkonfirmasi telah menjual lebih dari 450 patennya ke Sisvel International, salah satu perusahaan pengkoleksi paten. Tidak kurang dari 350 paten diantaranya disebutkan berhubungan dengan standar wireless.

Kira-kira apa tujuan dari Sisvel membeli paten Nokia tersebut?

via : teknoup

Tidak sampai berselang satu minggu semenjak Sony Xperia S diumumkan resmi, kini kabar dari Inggris cukup mengejutkan dengan dibukanya pre-ordernya di Clove, toko retail online ternama di Inggris. Meski sebelumnya telah diumumkan kalau Xperia S baru akan tersedia secara global mulai bulan Maret mendatang, rupanya antusias gadget mania yang cukup besar membuat beberapa toko retail online tidak ingin tertinggal dengan mencuri start lebih awal.

Harga yang dibanderol dalam pre-order ini terlihat sebesar 389.99/594USD sebelum pajak atau sekitar 6.5 Juta rupiah setelah pajak. Dari harga yang dipatoknya kemungkinan ponsel ini akan dilepas dengan kisaran harga yang bersaing dengan Samsung Galaxy Note di Indonesia untuk ukuran sebuah ponsel Android.

Sony Xperia S yang sekarang tidak lagi membawa bendera Ericsson di jajaran produknya telah dibekali dengan segudan fitur tertinggi dikelasnya, yakni prosesor dual core 1.5GHz, layar 4.3 inci dengan resolusi 720p Reality Display, Kemera belakang 12 MP, RAM 1GB, memori internal 32GB, dan OS Android 2.3 yang dapat diupgrade ke versi ICS kemudian.

 

via androidos

source : teknoup

 

 

Begitu banyak rumor berhembus mengenai penerus iPhone 4S, apalagi mengenai spesifikasinya dan kapan ponsel tersebut diumumkan resmi. Sementara pasar ponsel di dunia terus digerogoti oleh smartphone berbasis Android, jelas Apple tidak boleh salah langka dalam kebijakan strategisnya, apalagi setelah kepergian Steve Jobs, CEO Apple yang telah menelurkan produk emas untuk Apple.

Menurut laporan terbaru, iPhone generasi terbaru (iPhone 5) nantinya akan lebih tipis daripada model iPhone 4S saat ini, dan akan dapat mendukung baik jaringan 3G atau 4G LTE. Selain itu prosesor quad core juga akan menjadi daya tarik utamanya.

Sepertinya perang ponsel pintar di tahun 2012 akan semakin seru saja. Akankah ponsel Android berspesifikasi super dapat mengalahkan popularitas iPhone secara nyata di tahun ini? Kita lihat saja kelanjutannya.

via BGR
source : teknoup

OS Android boleh saja meroket dan mengalahkan iPhone dalam pangsa pasar kepemilikan ponsel pintar di Amerika terakhir ini. Namun soal keamanan, OS robot hijau tersebut sepertinya masih harus mengakui kekalahannya dengan iOS besutan Apple.

Pimpinan Trend Micro, Steve Chang dalam wawancaranya belum lama ini memperingatkan bahwa Android secara signifikan lebih rentan/terbuka terhadap serangan dibanding iOS. Keputusan Google untuk membuatnya opern source juga membuatnya mudah terkenal serangan berbahaya seperti malware dan virus. Sedangkan Apple yang membuat iOS lebih tertutup memang terkesan antagonis, namun juga membawanya menjadi platform yang aman. “Kita harus memberi pujian untuk Apple karena mereka melakukannnya dengan hati-hati,” Ujarnya. Baca lebih lanjut